Kamis, 31 Mei 2012

Rute Pemberian Obat



I.     TUJUAN PERCOBAAN
    Mengenal dan menguasai tekhnik pemberian obat dalam berbagai rute pemberian obat.
    Melihat pengaruh rute pemberian obat terhadap efek yang ditimbulkannya
    Menyatakan onset of action obat berdasarkan rute yang diberikan.
II.    PRINSIP PERCOBAAN
    Rute pemberian obat yang berbeda akan mempengaruhi Onset of Action, Intensitas dan Duration of Action.
III.    TEORI
    Defenisi
    Obat adalah zat kimia baik dari nabati, hewani maupun mineral dengan dosis layak yang dapat menyembuhkan, meringankan dan menghilangkan penyakit atau gejala-gejalanya serta dapat pula mendiagnosa suatu penyakit.
    Cara pemberian obat yang berbeda-beda melibatkan proses absorbsi obat yang berbeda-beda pula. Proses absorbsi merupakan dasar yang penting dalam menentukan aktivitas farmakologis obat. Kegagalan atau kehilangan obat selama proses absorbsi akan mempengaruhi efek obat dan menyebabkan kegagalan pengobatan.
Pemberian sediaan obat dapat dilakunkan  melalui dua rute utama yaitu:
Parenteral : intravena, intraarteri, intramuscular, intraperitonial
Nonparenteral : peroral

    Gol Obat
    Luminal Natrium (Phenobarbitalium Natricum) = C12H11N2NaO3
    BM Luminal Natricum = 254,22
    Pemerian hablur berlapis atau hablur berbentuk granul, putih atau serbuk putih; higroskopik; tidak berbau; rasa pahit. Larutan bersifat basa terhadap fenolftalein dan terurai bila dibiarkan
    Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, larut dalam etanol, praktis tidak larut dalam eter dan dalam kloroform.

    Diazepam     =   C16H13ClN2O
    BM Diazepam = 284,75
    Pemerian Serbuk hablur, hampir putih sampai kuning, praktis tidak berbau
    Kelarutan praktis tidak larut dalam air, mudah larut dalam kloroform, larut dalam etanol

    Mekanisme kerja
    Mekanisme Kerja Phenobarbital yaitu membatasi penjalaran aktivitas dan bangkitan dan menaikkan ambang rangsang. Fenobarbital merupakan obat pilihan utama untuk terapi kejang dan kejang demam pada anak.
    Interaksi fenobarbital dengan obat lain umumnya terjadi karena fenobarbital meningkatkan aktivitas enzim mikrosom hati.
    Diazepam bekerja di semua sinaps GABA, tapi kerjanya dalam mengurangi spastisitas sebagian dimediasi di medula spinalis. Karena itu diazepam dapat digunakan pada spasme otot yang asalnya dari mana saja, termasuk trauma otot lokal.

    Indikasi
Sebagai Antidote dan Antikejang bagi penderita keracunan ester, asam pospat, keracunan hasyis dan keracunan CO2

    Kontraindikasi
Bagi wanita hamil karena dapat meracuni janin

    Efek samping
Luminal = Menyebabkan sedasi, psikosis akut, dan agitasi
Diazepam = Obstruksi saluran nafas oleh lidah, akibat relaksasi otot. Defresi nafas sampai henti napas, hipotensi, henti jantung dan kantuk.

    Dosis
Luminal =   Dosis Dewasa = 120-250 mg 
            Dosis Anak     = 30-100 mg
Diazepam = 5 – 10 mg

    Cara pemberian
Secara Oral, Injeksi IV dan secara rectal
IV.    METODE PERCOBAAN
    Alat – Alat
    Oral needle    1 buah
    Jarum Suntik 1 ml    2 buah
    Beaker glass 50 ml    1 buah
    Erlenmeyer 50 ml    1 buah
    Timbangan hewan

    Bahan
    Larutan luminal Na 0,4% ( dosis 20 dan 40 mg/Kg BB)
    Larutan Diazapam 10 mg/2 ml ( dosis 3 dan 4 mg / kg BB)
    Aquades 1 %

    Cara Kerja
    Mencit di timbang masing – masing beratnya, catat dan diberi tanda kemudian dihitung dosis pemberiannya.
    Mencit I dan Mencit II diberikan larutan Luminal Na dengan dosis 20 mg/Kg BB, masing-masingnya secara oral dan intra paritonial.
    Mencit III dan Mencit IV diberikan larutan luminal Na dengan dosis 40 mg/Kg BB, masing – masingnya secara oral dan intra peritonial.
    Mencit V dan Mencit VI diberikan aquadest 1 % BB secara oral dan intraperitonial.
    Setelah pemberian obat tersebut, amati tingkah laku mencit dan dicatat perubahannya setiap 5 menit sekali antara lain:
    Aktifitas Normal
    Garuk-garuk
    Diam
    Tidur

    Perhitungan Dosis

*  Berat Mencit I = 23,84 gram
Dosis Luminal Na  20 mg/Kg BB
Konsentrasi larutan Luminal Na 0,4%  0,4 gram x 100 ml  4 mg/ml
Volume Luminal Na yang diambil     (20mg/1000gr  x 23,84gr)/(4mg/ml) = 0,4768mg/(4mg/ml) = 0,1192 ml  0,12 ml

*    Berat Mencit II = 23,65 gram
 Dosis Luminal Na  20 mg/Kg BB
Konsentrasi larutan Luminal Na 0,4%  0,4 gram x 100 ml  4 mg/ml
Volume Luminal Na yang diambil   (20mg/1000gr  x 23,65gr)/(4mg/ml) = 0,473mg/(4mg/ml) = 0,11825 ml  0,12 ml  

*    Berat Mencit III = 23,90 gram
 Dosis Luminal Na  40 mg/Kg BB
Konsentrasi larutan Luminal Na 0,4%  0,4 gram x 100 ml  4 mg/ml
Volume Luminal Na yang diambil   (40mg/1000gr  x 23,90gr)/(4mg/ml) = 0,956mg/(4mg/ml) = 0,239 ml  0,24 ml 

*    Berat Mencit IV = 34,41 gram
 Dosis Luminal Na  40 mg/Kg BB
Konsentrasi larutan Luminal Na 0,4%  0,4 gram x 100 ml  4 mg/ml
Volume Luminal Na yang diambil   (40mg/1000gr  x 34,41gr)/(4mg/ml) = 1,3764mg/(4mg/ml) = 0,3441 ml  0,34 ml 

*    Berat Mencit V = 26,50 gram
 Aquadest 1 % /BB
Volume Aquadest yang diambil   1/100  x 26,50gr=0,265ml  0,3 ml

*    Berat Mencit VI = 21,11 gram
 Aquadest 1 % /BB
Volume Aquadest yang diambil   1/100  x 21,11gr=0,2111ml  0,2 ml

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar